Rabu, 13 Oktober 2021

REFLEKSI TERBIMBING BUDAYA POSITIF



REFLEKSI TERBIMBING 

BUDAYA POSITIF 

oleh

NURHAYATI,S.Pd

CGP ANGKATAN 3 KOTA BIMA


1.Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep inti yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: disiplin positif, posisi kontrol guru, kebutuhan dasar manusia, keyakinan kelas, dan segitiga restitusi. Adakah hal-hal yang menarik untuk Anda dan di luar dugaan?

Disiplin positif yang di maksud adalah disiplin pada diri sendiri yang mana motivasi datang dari diri kita sendiri  ( Motivasi Internal ) bukan karena orang lain baru kita bisa disiplin Menanamkan Motovasi yang ketiga pada murid kita yaitu untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai- nilai yang mereka percaya

Keyakinan Kelas

Adalah Suatu keyakinan akan lebih tergerak dan bersemangat untuk menjalankan keyakinana dari pada hanya sekedar mengikuti serangkaian peraturan

Posisi Kontrol Guru

Adalah Suatu posisi yang dipakai untuk meninjau apakah penanaman disiplin yang kita lakukan sudah efektif , berpusat memerdekakan dan memandirikan anak . Lima Possi kontrol

: Penghukum, Pembuat Orang Merasa Bersalah , Teman , Monitor ( Pemantau ) dan Manajer .

 posisi kontrol guru yang saya pilih adalah sebagi manajer . kita  membimbing murid untk dapat menagtur dirinya. seorang guru bukannya memisahkan murid dari kelompoknya , tapi menegembalikan murid tersebut ke kelompokkya dngnan lebih baikdan kuat , sehingga yang lebih baik dan kuat , sehingga dampaknya murid dapat mengevaluasi diri bagaimana- menjadi yang kebih baik

Kebutuhan dasar Manusia : Proses Menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka , sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka , dengnan karakteryang lebih kuat.

Yang Paling Menarik dan di luar dugaan saya adalah Segitiga Restitusi

( Kebutuhan dasar manusia , seluruh tindakan manusia memiliki tujuan tertentu , semua yang kita lakukan adalah usaha terbaik kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan , sebetulnya saat iru kita sedang memenuhi satu atau lebih dari satu kebutuhan dasar kita yaitu kebutuhan untuk bertahan hidup ( survival ), cinta dan kasih sayang ( Love and Belong ) kebebasan ( freedom ) , Kesenangan ( Fun ) dan kekuatan ( power ) . Ketika seorang murid melakukan suatu perbuatan yang bertentangan denagn nilai - niali kebajikan atau melanggar peraturan , hal itu sebenarnya dikarenakan mereka gagal memenuhi kebutuhan dasar mereka  )

2.Tuliskan pengalaman Anda dalam menggunakan konsep-konsep inti  tersebut dalam menciptakan budaya positif baik di lingkup kelas maupun sekolah Anda.

Pengalaman saya dalam menggunakan konsep - konsep ini adalah

Dimana saya pernah melakukan kesepakat kelas dengan murid saya yang Alhamdulilah dari kesepakatn tersebut menghasilkan suatu kesepakatn peraturan yang Alhamdulilah anak – nak murid sayapun sudah mematuhinya semua kesepakatn yang di sepakati bersama – sama

Melakukan Kesepakatan Kelas

Bertanggung Jawab

Pembiasaan Antri

Budaya 5S

Menjaga Kebersihan

Mandiri

3. Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan segitiga restitusi ketika menghadapi permasalahan murid Anda? Jika iya, ada di posisi manakah Anda? Anda boleh menceritakan situasinya dan posisi Anda saat itu.

Pernah Restitusi memperbaiki hubungan 

Dimana Pada posisi  kontrol saya sebagai manager,  pada saat saya mengajar di dalam kelas tiba - tiba ada beberapa murid yang terlambat nah di sisni kita sebagai guru akan bertanya tentang apa yang membuat mereka terlambat. Anak diharapkan jujur menjawab. contoh seperti yang terjadi pada salah satu anak murid saya yaitu , Dia  terlambat karena semalam menonton youtube, main online game, dan sebagainya.

Terhadap jawaban murid, saya sebagai guru merespon dengan kata-kata, Seperti :

“Apa yang kau yakini tentang kesepakatan kelas kita bahwa anda akan menghargai waktu? Apa yang bisa kaukerjakan untuk memperbaiki kesalahan ini? Besok lagi harusnya seperti apa?”

Dalam hal ini anak dilibatkan mencari solusi dari kesalahan. Ia belajar belajar dari kesalahan. Anak diajak mencari solusi, mereka diajak “bicara” dan diarahkan pada nilai-nilai yang diyakini terutama pada kesepakatan kelas.

Hasilnya, hal itu akan menguatkan pribadi. Siswa akan meletakkan dirinya sebagai individu yang positif dalam dunia berkualitas.

Jika terlambat datang ke sekolah, ia diarahkan untuk menjadi anak yang menghargai waktu. Bukan menjadi pribadi disiplin karena takut dihukum atau ingin menyenangkan orang lain. Tidak juga berbuat karena ingin mendapat pujian, atau sekedar menyepakati aturan yang sudah dibuat.

4. Perubahan  apa yang terjadi pada cara berpikir Anda dalam menciptakan budaya positif di kelas maupun sekolah Anda setelah mempelajari modul ini?

Salah satu perubahan yang terjadi yaitu Saya Mulai memahami konsep budaya positif yang berpihak pada anak dimana saya :

saya merefleksi dan mengevaluasi praktik disiplin yang pernah saya lakukan

Kemudian saya mulai melakukan perbaikan dalam memciptakan budaya positif

1. Menerapkan pendekatan disiplin posotif di sekolah

2. Mengedepankan konsekuensi dari pada hukuman

3. Merespon Kelsalahgan murid agar menjdi pembelajaran yang baik bagi anak

5. Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran?

 Sangat penting , karena saya sebagai individu dan pemimpin pembelajaran harus mampu memahami cara menciptakan budaya positif untuk menumbuhkan karakter baik sejak usia dini

6. Apa yang Anda bisa lakukan untuk membuat dampak/perbedaan di lingkungan Anda setelah Anda mempelajari modul ini?

 menerapkan konsep budaya positif dengan konsep perubahan paradigma stimulus respon dengan posisi kontrol guru , keyakinan kelas . kebutuhan dasar manusia dan segitiga Restitusi

7. Selain konsep-konsep tersebut, adakah hal-hal lain yang menurut Anda penting untuk dipelajari dalam proses menciptakan budaya positif baik di lingkungan kelas maupun sekolah?

Hal - Hal yang menurut saya penting untuk di pelajari dalam proses menciptakan budaya positif di lingkungan kelas maupun sekolah adalah

1. Memberikan Keteladanan

2. memberikan Tuntunan

3. Menjadikan Pembiasaan

4. Terbentuknya Keyakinan

8. Langkah-langkah awal apa yang akan Anda lakukan jika kembali ke sekolah/kelas Anda setelah mengikuti sesi ini?

1. Langkah awal yang saya lakukan jika kembali ke ssekolah saya setelah mengikuti sesi ini adalah Berkolaborasi , duskusi dengan kepala sekolah,teman sejawat , murid , Wali murid untuk menentukan kesepakatan tentang pembiasaan buadaya positif yang kita terapkan di sekolah kita  guna untuk Membentuk Lingkungan kelas yang mendukung terciptanya budaya positif

serta Mengembangan Visi Bersama tentang apa yang ingin dicapai untuk  sekolah kita 

2. Bersama Murid dengan  Keyakinan Kelas

3. Menerapkan keyakinan menjalankan konsekuensinya

4. Melakukan Refleksi dan Evaluasi


Minggu, 10 Oktober 2021

REFLEKSI MINGGU KE 8

 

REFLEKSI MINGGU KE 8 

Oleh

Nurhayati, S.Pd

CGP Angkatan ke 3

Fasilitator : Henik Umi Koyum, S.Pd.M.Pd

Pengajar Praktek  : Gunawan, S.Pd



Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh, pertama-tama saya ucapkan syukur alhamdulilah karna saya selaku CGP angkatan ke 3 wilayah Kota Bima sudah sampai dan memasuki LMS modul 1.4 yaitu Budaya Positif dimana perjalanan kurang lebih 2 bulan saya harus meluangkan waktu dan pikiran untuk berbagi tugas dan peran dalam mengerjakan tugas-tugas dalam LMS, dan ada banyak kendala, hambatan serta keseruan yang mewarnai kurang lebih 2 bulan diawal pekerjaan tugas-tugas dalam modul LMS ini. Adapun untuk  Jurnal refleksi ke 8 ini saya menggunakan model Six Thinking Hats

1.       FACTS

Pembelajaran minggu ini luar biasa istimewa bagi saya karna saya sebagai  CGP di angkatan ke 3 ini di suguhkan dengan materi-materi baru yang sebelumnya sudah pernah saya mendengarnya namun secara pemahaman dan teori, materi yang disuguhkan masih sangat perlu untuk dikembangkan oleh saya .Pada modul 1.4 Budaya Positif ini juga saya juga disuguhkan dengan tugas  atau kasus yang lumayan banyak dan sedikit banyak menguras waktu dan pikiran ,Tetapi Alhamdulillah ada banyak ilmu-ilmu baru yang saya peroleh dan dengan berdiskusi dengan teman - teman di kelompok Bima 3  Alhamdulilah semakin menambah  pemahaman saya tentang Modul. 1.4 mengenai Budaya Positif 

Adapun Pembelajaran Memahami Modul 1.4 Budaya Positif ini berkaitan dengan :

·         Perubahan Paradigma Stimulus Respon lawan Teori Kontrol

·         Arti Disiplin dan 3 Motivasi Prilaku Manusia

·         Keyakinan Kelas, Hukuman dan Penghargaan

·         Lima Kebutuhan Dasar Manusia

·         Posisi Kontrol

·         Segitiga Restitusi

 

2.       FEELINGS

Perasaan saya dalam mengikuti alur modul 1.4 ini sangat antusias dan senang sekaligus tertantang, senang karna bisa memperoleh ilmu baru yang sebelumnya saya mendengar tapi belum paham tentang konsep atau penerapan konkrit terkait pelaksanaanya di dalam kelas,bahkan dalam ruang kolaborasi saya dan anggota CGP lainnya harus berdiskusi terkait dengan kasus-kasus yang membutuhkan kolaborasi terbaik dalam satu team agar terselesainya suatu masalah dan hal itu menambah ilmu baru bagi saya karna setiap kelompok mengemukakan pendapat masing-masing dalam kaitannya menyelesaikan masalah untuk setiap kasus.Disini dalam modul 1.4 Budaya positif saya juga merasa sangat merasa tertantang,karna selama pengerjaan tugas dalam modul LMS ini bersamaan juga dengan tugas lain saya disekolah yaitu sebagai Proktor Sekaligus Tekhnisi dalam Pelaksanaan ANBK disekolah jadi saya harus membagi waktu dan peran dalam membimbing atau Coaching untuk guru dan murid dalam pelaksanaan kegiatan ANBK yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

 

3.       BENEFITS

Hal – hal positif yang dapat dipetik antara lain :

·         Pentingnya merubah paradigma.

·         Disiplin itu belajar bukan suatu kepatuhan.

·         Lakukan sesuatu karna terbiasa bukan karna terpaksa.

·         Keyakinan kelas lebih utama dari hukuman atau penghargaan.

·         Memahami kebutuhan dasar setiap orang.

·         Jadilah manajer dalam mengontrol anak.

4.       Cautions / Hambatan.

Kendala atau hambatan yang dialami pada minggu ini antara lain :

·         Manajemen waktu yaitu berbagi waktu dan peran baik dalam pelaksanaan tugas-tugas LMS maupun tugas-tugas lain di sekolah

·         Tugas yang lumayan banyak dengan materi baru yang membutuhkan pemahaman lebih serta konsentrasi lebih dalam pengerjaannya.

5.       Creativity / Jabarkan Ide

Penjabaran Ide antara lain   Pelajari kembali modul secara mandiri.

·         Pahami modul dan dapat mengambil kesimpulan atau kata kunci.

·         Lakukan perubahan pardigma.

laLangkah pertama yang ingin saya lakukan untuk menerapkan budaya positif di sekolah/kelas antara lain : 

MMembuat kesepakatan kelas

   Sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan terhadap perkembangan intelektual, social, emosional dan spiritual peserta didik dengan dilibatkan dalam pembuatan kesepakatan kelas.

M  Merefleksi dengan membuat pertanyaan penentu arah perubahan yang kita inginkan

     Mengambil pelajaran dari pengalaman individu atau kelompok lain dalam menerapkan budaya positif dengan membuat peta kondisi budaya positif.

    Berkoordinasi dengan seluruh elemen sekolah termasuk meminta izin kepala sekolah terkait penerapan budaya positif yang akan dijalankan.                                                                 

S  Insya Allah Secara pribadi akan terus konsisten dan Memberikan teladan kepada peserta didik untuk membiasakan budaya positif.

M Membiasakan diri untuk terus berlatih mengembangkan diri, dan berupaya menggerakkan orang lain, dengan niat yang tulus dan ikhlas demi mewujudkan budaya positif di sekolah

  Berkonsultasi dengan penanggung jawab sekolah yaitu kepala sekolah serta berkolaborasi dengan rekan sejawat.

 

6.        Process/ Kesimpulan

Hal yang Sedikit  menantang  dilakukan adalah merubah paradigma dari stimulus respon menjadi teori control.Serta dalam pelaksanaan Budaya Positif ada banyak aspek yang harus diperhatikan dan dipetimbangkan dalam kaitannya merubah paradigma  baik dari guru sebagi pemimpin pembelajaran di sekolah maupun murid sebagai subjek dalam kaitannya keberpihakan pada murid.










Kamis, 30 September 2021

1.3.a.9. Koneksi Antar Materi - Visi Guru Penggerak

 

 

1.3.a.9. Koneksi Antar Materi - Visi Guru Penggerak

 

NURHAYATI,S.Pd

CGP ANGKATAN 3 KOTA BIMA


FILOSOFIS PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA




Seorang guru penggerak harus tahu dan memahami filosofis pendidikan, salah satunya adalah filosofis pendidikan dari Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara memberikan pemikiran-pemikirannya tentang Dasar-dasar Pendidikan. Menurut KHD, pendidikan bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Pendidik itu  hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak. Peran Pendidik diibaratkan seorang Petani atau Tukang Kebun yang tugasnya adalah merawat sesuai kebutuhan dari tanaman-tanamannya itu agar tumbuh dan berbuah dengan baik, tentu saja beda jenis tanaman beda perlakuanya. Artinya bahwa kita seorang pendidik harus bisa melayani segala bentuk  kebutuhan metode belajar siswa yang berbeda-beda (berorientasi pada anak). Kita harus bisa memberikan kebebasan kepada anak untuk mengembangkan ide, berfikir kreatif, mengembangkan bakat/minat siswa (merdeka belajar), tapi kebebasan itu bukan berarti kebebasan mutlak, perlu  tuntunan dan arahan dari guru supaya anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya.

KHD juga mengingatkan para pendidik untuk tetap terbuka dan mengikuti perkembangan zaman yang ada namun tidak semua yang baru itu baik, jadi perlu diselaraskan dulu. Indonesia juga memiliki potensi-potensi kultural yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar. KHD menjelaskan bahwa dasar Pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan sifat dan bentuk lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan isi dan irama. Artinya bahwa setiap anak sudah membawa sifat atau karakternya masing-masing, jadi sebagai guru kita tidak bisa menghapus sifat dasar tadi, yang bisa dilakukan adalah menunjukan dan membimbing mereka agar muncul sifat-sifat baiknya sehingga menutupi/mengaburkan sifat-sifat jeleknya. Kodrat zaman bisa diartikan bahwa kita sebagai guru harus membekali keterampilan kepada siswa sesuai zamannya agar mereka bisa hidup, berkarya dan menyesuaikan diri. Dalam konteks pembelajaran Kalau sekarang ya kita harus bekali siswa dengan kecakapan Abad 21Budi pekerti juga harus menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan dan pengajaran yang kita lakukan sebagai guru. Guru harus senantiasa memberikan teladan yang baik bagi siswa-siswanya dalam mengembangkan budi pekerti. Di Sekolah kita bisa tanamkan nilai-nilai budi pekerti/akhlak mulia pada anak melalui kegiatan pembiasaan.

 

NILAI DIRI DAN PERAN GURU PENGGERAK

Nilai diri yang diharapkan ada pada Guru Penggerak adalah Mandiri, Reflektif, Inovatif, Kolaboratif, dan Berpihak Pada Murid.

a)      Menjadi coach bagi guru lain yaitu sebagai mentor bagi rekan guru dalam membuat media belajar.

b)      Mewujudkan kepemimpinan murid yaitu membantu murid untuk mandiri dalam belajar, terus memunculkan motivasi murid untuk belajar, juga mendidik karakter murid di sekolah melalui keteladanan dan pembiasaan positif.

c)       Mendorong kolaborasi antar guru dengan membangun komunikasi aktif dan membangun dialog antar pemangku kepentingan di luar dan di dalam sekolah tentang peningkatan kualitas belajar.

d)      Menjadi pemimpin pembelajaran sebagai Guru  Penggerak  diharapkan  mampu  berperan  sebagai  pemimpin  yang berorientasi pada murid, dengan memperhatikan segenap aspek pembelajaran yang mendukung tumbuh-kembang murid.

e)      Menggerakkan Komunitas Praktisi sebagai Seorang Guru Penggerak berpartisipasi aktif dalam membuat komunitas belajar untuk para rekan guru baik di sekolah maupun wilayahnya.

Nilai Reflektif : melakukan evaluasi hal – hal positif atau negative yang pernah dilakukan dalam proses pembelajaran.

Nilai kolaboratif dengan bersama – sama dengan warga sekolah melaksanakan kegiatan gotong royong, membangun komiunikasi positif dengan pihak internal ( guru, murid, kepala sekolah) dan eksternal ( wali murid, stake holder pendidikan) terkait dengan pelaksanaan program- program sekolah dan upaya pengembangan potensi diri.

Nilai mandiri dengan memotivasi diri siswa dalam mengembangkan potensi ditengah keterbatasan.

Nilai Inovatif yaitu Guru menciptakan ide atau gagasan baru sebagai upaya menjawab persoalan yang muncul yang dihadapi baik dalam proses pembelajaran atau permasalahan lain dalam upaya pengembangan pendidikan dan peningkatan kreativitas anak atau guru sendiri.

Nilai Berpihak pada Murid yaitu dengan merancang pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat pada murid.

Sedangkan peran dari seorang guru penggerak adalah sebagai pemimpin perubahan baik di kelas, sekolah, atau komunitas lainnya yang berhubungan. Mampu menggerakan orang lain.

Berikut kompetensi yang hendaknya dimiliki oleh seorang guru penggerak:

Kategori Penguasaan Pengetahuan Profesional

Kompetensi:

1.      Menganalisis struktur & alur pengetahuan untuk pembelajaran

2.     Menjabarkan tahap penguasaan kompetensi murid 

3.     Menetapkan tujuan belajar sesuai kurikulum, perkembangan murid dan profil pelajar Indonesia

 

Kategori Praktik Pembelajaran Profesional

Kompetensi:

1.      Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara aman dan nyaman

2.       Mendesain, memandu dan merefleksikan proses belajar mengajar yang efektif  3

3.       Melakukan asesmen, menyediakan umpan balik dan laporan belajar 4. Melibatkan orangtua murid dan komunitas dalam proses belajar 

 

Kategori Pengembangan Profesi Berkelanjutan 

Kompetensi:

1.      Menunjukkan kebiasaan refleksi untuk pengembangan diri secara mandiri (​self regulated learning ​ )

2.      Menunjukkan kematangan moral, emosi dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik

3.      Menunjukkan praktik dan kebiasaan bekerja yang berorientasi pada anak (​working with children ​ )

4.      Melakukan gotong royong pengembangan bersama dan bagi orang lain untuk menumbuhkan nilai-nilai Pancasila (​developing others ​ )

5.      Mengembangkan karier melalui partisipasi aktif dalam organisasi profesi guru (​professional development

 

 VISI GURU PENGGERAK

Visi adalah tujuan, harapan atau cita-cita yang ingin dicapai. Seorang guru penggerak harus bisa merumuskan dan membuat VISI yang berpihak pada murid untuk mewujudkan murid merdeka, lingkungan yang aman dan nyaman untuk muridnya di sekolah. Seorang guru penggerak harus bisa melibatkan semua warga sekolah dan pemangku kepentingan dalam menyusun visinya serta melaksanakannya secara bersama-sama. Kemudian melakukan evaluasi bersama juga.

        “Wujudkan Murid Pembelajar yang Berahlak, Berkarakter dan memiliki profil pelajar pancasila, berbudaya dalam Ekosistem Pembelajaran yang berpihak pada Murid “

Mewujudkan murid yang memiliki profil pelajar pacasila melalui guru dan sekolah yang berpihak pada murid sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman  melayani kebutuhan sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan dan mempunyai imajinasi yang menjadi  perubahan menggerakkan dirinya,lingkungan  serta menjadi peta kekuatan yang berpotensi menumbuhkan murid merdeka

Murid merdeka merupakan murid yang mendapatkan kesempatan belajar lebih luas ,bebas berinovasi,dan berkreasi serta belajar tanpa tekanan dan menyenangkan dengan tetap memelihara ketertiban dan kedamaian di tengah masyarakat.

Visi murid merdeka dengan sekolah yang aman dan nyaman sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya bakat dan minat siswa serta lingkungan yang ramah ,indah dan sehat mampu menumbuhkan karakter yang kuat bagi siawa

 

Sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara hendaknya kita dalam membuat visi berpijak pada kekuatan dan hal-hal positif yang ada pada anak sesuai kodrat alam dan zamannya. Juga sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada. Salah satu hal mendasar dalam sebuah visi adalah perubahan.

Salah satu pendekatan untuk melakukan perubahan bisa kita capai menggunakan paradigma Inkuiri Apresiatif (IA). IA dikenal sebagai model manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. IA pertama kali dikembangkan oleh David Cooperrider.

5 Tahapan Inkuri Apresiatif kita kenal dengan sebutan BAGJA, BAGJA adalah akronim dari Buat Pertanyaan Utama (Define), Ambil Pelajaran (Discover), Gali Mimpi (Dream), Jabarkan Rencana (Design), dan Atur Eksekusi (Deliver)

 

Inkuiri Apresiatif dengan tahapan bagja

                 Inkuiri Apresiatif  sejalan dengan pernyataan Ki Hajar Dewantara bahwa anak anak hidup dan tumbuh sesuai dengan kodratnya sendiri baik kodrat alam maupun kodrat zaman.Pendekatan paradigma Inkuiri Apresiatif sejatinya adalah menggali potensi setiap anak sesuai dengan kodratnya masing masing. Jadi paradigma ini bisa menjadi salah satu metode untuk mencapai visi yang sesuai dengan visi Ki Hajar Dewantara.Menggali nilai-nilai positif baik untuk menerapkan visi sekolah yang berbasis pada kekuatan, budaya positif yang telah ada disekolah kemudian dikembangkan menjadi visi sekolah yang menuju kepada murid merdeka, model pendekatan dalam konteks ini adalah Paradigma inkuiri apresiatif, Inkuiri apresiatif adalah sebagai pendekatan manajmen perubahan yang kolaboratif dan berbasis perubahan , sebagai salah satu model manajemen perubahan dan mencoba menerapkannya melalui tahapan dalam Inkuiri Apresiatif yang disebut dengan BAGJA (Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan Rencana, Atur Eksekusi.

        Gambaran sederhana dari tahapan-tahapan Inkuiri Apresiatif Bagja tersebut dijabarkan sebagai berikut: (1) Buat pertanyaan (define) pada tahap ini melihat dan mendefinisikan suatu masalah dengan mencari solusi yang telah ada, (2) Ambil pembelajaran (discover), melihat dan mengidentifikasi suatu proses yang sudah dan sedang berjalan dengan baik, memperkuat yang bekerja, focus pada hal-hal positif yang menjadikannya hidup dan yang terbaik,(3) Gali mimpi (dream) pada tahap ini melihat gambaran ke masa depan, dari proses tersebut dipilih mimpi/gambaran yang mungkin bekerja dengan baik di masa yang akan datang, karena keberhasilan masa lalu digunakan sebagai titik beranjak dalam menggambarkan suatu kondisi ideal yang dikehendaki terjadi di masa depan, (4) Jabarkan rencana (design) berarti merencanakan dan memprioritaskan proses-proses yang mungkin bekerja dengan baik untuk masa depan yang dirancang secara mengesankan,(5) Atur eksekusi (deliver) implementasi dari rancangan (design) yang diajukan tersebut, diimplementasikan kedalam tindakan nyata yang merujuk pada kompetensi dan pengalaman yang pernah dilakukan. Pandangan logis menunjukkan, jika sesuatu beranjak dari ‘eksisting’ pengalaman yang dimiliki, dapat membangkitkan rasa percaya diri komunitas tersebut. Maka impian menjadi sesuatu yang sangat mungkin terjadi (destiny).

Penerapkan Inkuiri Apersiatif/ BAGJA

Membangun suasana pembelajaran yang menyenangkan merupakan hal perlu diperhatikan oleh kita sebagai seorang guru. Pembelajaran yang menyenangkan akan memberikan dampak positif bagi siswa, seperti halnya meningkatkan minat, antusias dan semangat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Ketika siswa merasa nyaman dan senang dengan pembelajaran yang kita ciptakan maka kita akan dengan mudah menggali dan mengetahui  potensi yang ada dalam diri mereka. Untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satu cara yang saya lakukan adalah melakukan pembelajaran secara out door dengan harapan dapat meningkatkan antusias dan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran.


PRAKARSA

PERUBAHAN

Strategi Pengenalan Kekuatan dan Potensi Murid

 

“Pelaksanaan Pembelajaran Secara Out door untuk Menciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan di SDN12 Sarae Kota Bima”

TAHAPAN

Pertanyaan

Daftar tindakan yang perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan

B-uat pertanyaan (Define)

1.     Seberapa besar minat siswa untuk mengikuti pembelajaran out door?

2.     Apakah siswa dapat mengikuti pembelajaran out door dengan kondusif dan tertib?

3.     Apakah pembelajaran out door dapat memberikan dampak positif sebagai langkah untuk meningkatkan semangat belajar siswa?

1.     Mengajukan penawaran kepada siswa dan melakukan observasi untuk mengetahui antusiasme siswa terhadap pembelajaran secara out door

2.     Membuat kesepakatan dengan siswa terkait tata tertib yang harus di laksanakan saat proses pembelajaran out door

3.     Membuat instrument penilaian sikap untuk mengukur tingkat kedisiplinan siswa dalam mengikuti pembelajaran secara out door

4.     Melakukan observasi dan evaluasi terhadap proses pembelajaran yang sudah di lakukan secara out door

A-mbil pelajaran (Discover)

1.     Siapakah orang yang pernah melakukan hal ini dan bagaimana tingkat keberhasilannya?

2.     Bagaimana proses pembelajaran out door ini dilakukan?

3.     Bagaimana cara melibatkan elemen yang ada di sekolah  untuk mendukung kegiatan ini?

1.     Melakukan pendekatan secara personal kepada rekan sejawat baik yang ada di dalam sekolah maupun rekan lain dari luar sekolah dan Mencari informasi baik dari karya ilmiah, artikel, video pembelajaran maupun blog terkait pembelajaran yang menyenangkan dan seperti apa tingkat keberhasilannya

2.     Guru bersama dengan siswa menyiapkan materi pembelajaran

3.     Proses pembelajaran secara out door ini dilakukan dengan melibatkan seluruh siswa. Proses pembelajaran dilakukan di luar kelas dengan cara mengumpulkan siswa di halaman sekolah/ ditempat yang rindang

4.     Melakukan kordinasi dengan siswa, wali kelas, guru lain dan kepala sekolah sebagai elemen yang terlibat dalam kegiatan ini. Kordinasi dengan siswa dilakukan sebelum kegiatan dilakukan, sedangkan kordinasi dengan wali kelas, guru dan kepala sekolah dilakukan dengan cara mengumpulkan seluruh elemen terkait dalam forum rapat

G-ali mimpi (Dream)

1.     Seperti apa dampak positif yang ditimbulkan dari proses pembelajaran secara out door yang sudah di lakukan?

2.     Seperti apa peran/ kekuatan saya untuk menerapkan pembelajaran out door ini?

3.     Seberapa besar dukungan dari sumber daya yang ada disekolah?

 

1.     Membuat target impian yang ingin dicapai dari pembelajaran secara out door

2.     Melakukan observasi dan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran secara out door yang sudah dilakukan

3.     Membuat catatan evaluasi terhadap proses pembelajaran secara out door yang sudah di lakukan.

4.     Membuat daftar analisa terkait potensi siswa yang muncul setelah mengikuti pembelajaran secara

5.     Membuat catatan tentang perubahan sikap yang Nampak pada siswa setelah mengikuti pembelajaran secara outdoor

6.     Berbekal mandiri, kreatif, berpusat pada murid, memimpin pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan serta mampu berkolaborasi menjadi kekuatan saya dalam mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan melalui kegiatan out door

7.     Melakukan observasi dan membuat pemetaan terkait ketersediaan sumber daya yang ada di sekolah untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran secara out door

J-abarkan rencana (Design)

1.     Rencana apa saja yang dapat dilakukan untuk menciptakan perubahan ini?

2.     Siapa dan apa saja yang terlibat dalam kegiatan ini?

1.     Membuat rancangan kegiatan yang sistematis dan terjadwal

2.     Menentukan strategi pelaksanaan

3.     Menentukan elemen yang terlibat seperti siswa, guru lain, wali kelas dan kepala sekolah

4.     Mensosialisasikan kepada seluruh siswa tentang jadwal dan tata tertib pelaksanaan pembelajaran secara out door

5.     Menyiapkan materi, bahan ajar, alat peraga dan bahan praktikum yang mendukung proses pembelajaran secara out door

6.     Melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan rekan guru lain sebagai evaluator dalam pelaksanaan pembelajaran yang di lakukan secara out door

A-tur eksekusi (Deliver)

1.     Bagaimana proses pembelajaran secara out door ini dilaksanakan?

2.     Kapan pembelajaran secara out door ini dapat dilakukan?

3.     Bagaimana peran elemen yang terlibat dalam kegiatan ini?

4.     Bagaimana bentuk pertanggung jawaban dari hasil pembelajaran yang dilakukan secara out door ini?

Proses pelaksanaan pembelajaran secara out door adalah sebagai berikut :

1.     Melibatkan pihak terkait, seperti guru mata pelajaran, siswa, kepala sekolah dan rekan guru lain

2.     Dilaksanakan sesuai jadwal:

Pembelajaran secara out door dilakukan sesuai dengan jadwal pelajaran. Sistem pelaksanaan pembelajaran secara out door ini di lakukan secara bergantian antara pembelajaran di dalam kelas dan di luar kelas, dengan rincian sebagai berikut: dalam satu bulan dilaksanakan 2 kali pembelajaran di dalam kelas dan 2 kali pembelajaran di luar kelas

3.     Guru mengarahkan siswa berkumpul di halaman sekolah untuk melaksanakan proses pembelajaran secara outdoor

4.     Guru memantau dan mendampingi pelaksanaan proses pembelajaran secara out door

5.     Guru bersama dengan siswa membuat refleksi umpan balik terkait proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan

6.     Wali kelas, guru lain dan kepala sekolah melakukan pengamatan terkait pelaksanaan pembelajaran secara out door

7.     Membuat laporan hasil pelaksanaan secara tertulis, dilengkapi dengan foto/ dokumentasi kegiatan dan disampaikan dalam rapat

 



 

ASYIKNYA BERLITERASI DAN NUMERASI DENGAN GELIDA ( GERAKAN LITERASI DIGITAL ANGGREK 12 KOBI )

  ASYIKNYA BERLITERASI DAN NUMERASI DENGAN GELIDA  ( GERAKAN LITERASI DIGITAL ANGGREK 12 KOBI )  Pembelajaran merupakan kegiatan utama dari ...